Sepatu

Jam istirahat pertama, aku bersandar di tiang emperan kelas dan termenung memandang anak-anak kelas 1 berlarian di koridor depan laboratorium.

Dari sudut mata, aku lihat ada seseorang yang datang mendekat dan berdiri di tiang lain tidak jauh dari tempat ku berdiri. Aku berpaling ke samping. Oh, rupanya si “John”. Kami sama-sama warga kelas 2 E, namun seingatku tidak pernah sekalipun kita  saling sapa apalagi ngobrol. Aku bukan dari kelompoknya.

Sekolah dan ruang kelas adalah cerminan kelompok masyarakat sebenarnya, ada para pelawak, kaum bourgeois, orang kaya, ada foto model, aktor dan artis, ada penguasa, penindas, kaum tertindas, dan tentu saja kaum tak terlihat. Yang terakhir adalah kelompok aku berada.

Postur tubuh John jauh lebih tinggi dan kekar, dan kalau lihat dari penampilannya, rasanya dia bisa masuk di dua kelompok sekaligus, kelompok kaum berada dan penguasa. Kombinasi yang hampir sempurna untuk masuk menjadi bagian murid-murid top di sekolah. Apa yang terjadi kalau dia memenuhi persayaratan untuk bisa masuk ke kelompok masyarakat aktor dan model? Rasanya tidak, mungkin dia tidak akan pernah mendapatkan formulir pendaftaran.

“Mungkin, ini kesempatan bagus untuk bisa ngobrol dengannya” pikirku.

“Siapa tahu, kita bisa mulai berteman”

Ide buruk! Tentu saja, penyesalan selalu terlambat datangnya.

John bersepatu kets baru (Sneakers), warnanya putih bersih cemerlang, sangat berbeda dengan sepatu Big Boss milikku yang sudah kupakai dari kelas 1. Semoga naik kelas nanti Ibu’ akan mampu membelikanku sepasang sepatu baru. Bagian belakang telah kendor dan longar. Ujung jari kelingkingku mulai menyembul, semoga bisa tahan hingga akhir tahun nanti.

Sekolah melarang murid memakai sepatu selain “Big Boss”. Sepatu kets hanya bisa dipakai saat jam olah raga. Jika ketahuan memakai sepatu kets di luar jam olah raga akan disita. Sepatu Big Boss adalah sepasang sepatu yang lazimnya selalu ditemui di film-film Kung Fu Jackie Chan. Harganya waktu itu sekitar Rp. 4,500 atau Rp. 5,000 sepasang.

Sepatu Big Boss, sepatu andalan saat sekolah

Namun tentu saja aturan sekolah ini tidak menyurutkan niat para kaum berada dan penguasa untuk memakai sepatu kets dengan merek terkenal dan mahal. Walaupun nanti disita guru, mereka selalu mampu membeli sepasang sepatu baru lagi. Harga sepatu kets mereka bisa lima kali lipat lebih mahal dari sepatu Big Boss. Saat itu ada dua merek sepatu yang paling terkenal di sekolah kami; Eagle dan Kasogi. Merek yang terakhir ini, kelasnya lebih di atas dari sepatu Eagle. Hanyalah mimpi jika aku bisa mengenakan dua merek sepatu itu. Pagi itu John mengenakan sepasang sepatu Kasogi baru.

“Weeeee.. sepatu baru ooo, gaga eee…. beli dimana ni?” , tanyaku berbasa-basi.

(Gaga = Keren, or Cool untuk dialek Kupang),

Dia pasti akan bangga jika ku puji sepatu barunya, pikirku. Salah!

John menoleh, tak ada senyum di wajahnya.

“Kastau lu ju, lu son akan bisa beli”

(Biarpun aku beritahukan, kamu tidak akan mampu membelinya)

Ia pun berbalik dan masuk kembali ke kelas.

Aku termenung, hanya bisa memandang punggungnya.

Jawabannya pedis (pedas/pedih) namun benar adanya. Walaupun aku tahu di toko mana sepatu itu dibeli, gaji pegawai negri ibu tidak akan bisa membeli sepasang sepatu seperti miliknya itu. Tapi, itu kan pertanyaanku cuma basa-basi sebenarnya, pikirku.

Sometimes, memory is our worst enemy. Berpuluh-puluh tahun telah berlalu. Kejadian ini tetap saja membekas. Terkadang muncul kembali saat aku mau memakai sepatu kets.

Aku pikir kita semua memiliki momen-momen seperti ini dalam hidup kita. Momen dimana kita dilecehkan oleh situasi atau orang yang kita temui. Pengalaman itu pastilah perih dan setiap orang akan menyikapinya dengan cara yang berbeda-beda. Yang terbaik adalah mampu menggunakannya secara positif untuk bisa tumbuh dan berkembang, namun tetap paham dan tidak lupa tentang asal muasal kita. Percakapan kecil ini selalu memotivasiku di kemudian hari untuk menggapai berbagai mimpi dan berbagai ketidakmungkinan dalam hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s